eda jenis obat lain pula teknik kerja dan efek sampingnya. Sebelum memilih dan meresepkan obat antidepresan terbaik, dokter seringkali mempertimbangkan sekian banyak hal, seperti:
1. Gejala yang dimiliki
Gejala depresi pada tiap orang berbeda-beda. Oleh karena itu, sebelum memilih obat antidepresan terbaik guna Anda, dokter bakal menanyakan fenomena khusus yang kita rasakan.Beberapa pertanyaan yang dikemukakan dapat seputar apakah Anda susah tidur, cemas, dan beda sebagainya. Oleh sebab itu, kita wajib menuliskan semua fenomena yang kita rasakan secara rinci supaya dokter.
Penjelasan yang menyeluruh dan rinci akan menolong dokter dalam menilai obat depresi apa yang paling sesuai untuk Anda.
2. Kemungkinan efek samping
Efek samping obat antidepresan seringkali berbeda-beda bergantung jenisnya. Bahkan, jenis obat yang sama dapat memberikan efek bertolak belakang pada tiap orang.Mulut kering, meningkatnya berat badan, dan diare menjadi sekian banyak efek yang hadir dari obat antidepresan. Bahkan, dikutip dari Harvard Health Publishing, obat yang satu ini juga dapat menyebabkan disfungsi sampai menurunnya gairah seksual.
Itu sebabnya, dokter bakal memilih obat antidepresan yang sesuai situasi tubuh supaya efek samping yang muncul pun tidak terlampau merugikan Anda.
Seiring berjalannya waktu, kita juga dapat meminta dokter guna mengubah obat andai ternyata efek samping yang dialami terlalu parah.
3. Interaksi dengan obat lain
Antidepresan dapat menyebabkan reaksi riskan jika diminum bersamaan dengan obat-obatan lain. Oleh karena itu, sebelum memilih obat antidepresan guna pasiennya, dokter bakal bertanya terlebih dulu tentang obat-obatan apa saja yang pernah dan sedang diminum.Hal ini dilakukan supaya dokter dapat menyesuaikan obat yang sesuai dan mengurangi interaksi obat yang mungkin riskan pada tubuh.
4. Sedang hamil atau menyusui
Kondisi kehamilan atau menyusui pun menjadi pertimbangan dokter dalam memilih obat antidepresan terbaik untuk pasiennya.Pasalnya, obat depresi ini tergolong obat keras yang dapat memberikan efek buruk pada kehamilan dan bayi Anda. Salah satu jenis antidepresan paroxetine, laksana Paxil dan Pexeva, seringkali termasuk obat yang tidak disarankan diminum oleh ibu hamil.
Meski belum hamil, tidak boleh lupa pun untuk memberi tahu dokter andai Anda tengah merencanakan kehamilan dalam masa-masa dekat. Dengan begitu, dokter dapat menyesuaikan obat dan perawatan yang cocok.
5. Masalah kesehatan lainnya
Sebagian jenis obat antidepresan seringkali bisa mengakibatkan masalah andai Anda mempunyai masalah mental atau jasmani tertentu. Namun, beberapa lainnya juga dapat membantu mengobati masalah jasmani dan mental yang seringkali muncul bersamaan dengan depresi.Itu sebabnya, masalah kesehatan pun menjadi di antara pertimbangan dokter dalam memilih obat antidepresan terbaik guna Anda.
Obat antidepresi bupropion (Wellbutrin, Aplenzin, Forfivo XL) misalnya, dapat membantu meringankan fenomena attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) dan depresi.
Sementara obat kelompok duloxetine (Cymbalta) dapat membantu mengatasi fenomena nyeri pada fibromyalgia dan arthritis. Di samping itu, obat antidepresan amitriptyline pun dapat dipakai untuk menangkal migrain.
Anda boleh meminta dokter untuk menyerahkan obat pengganti andai antidepresan yang diresepkan ternyata tak membawa perubahan apa pun sekitar empat minggu pemakaian.
Namun, tidak boleh pernah berhenti minum obat antidepresan sebelum berkonsultasi ke dokter yang bersangkutan.

0 komentar:
Posting Komentar